3 Penyakit yang Butuh Ruang Isolasi Selama Penanganan

  • Whatsapp

Ada beberapa penyakit yang membutuhkan ruang isolasi untuk pemeriksaan dan penanganan. Terkadang Penyakit ini merupakan penyakit infeksius atau mudah menular. Memang banyak penyakit berbahaya merupakan penyakit tidak menular tapi ada juga penyakit infeksi yang menjadi wabah mematikan. Beberapa contohnya adalah korona, sars dan flu babi.

Read More

Diisolasi Demi Kebaikan Bersama

Jika kita tidak melakukan isolasi kepada pasien ini maka yang terjadi adalah penyebarluasan wabah. Virus ataupun bakteri tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang karena itu merupakan makhluk mikroskopis. Penyebaran wabah dapat mengganggu kenyamanan dan juga keamanan dari para penduduk. Maka dari itulah diperlukan isolasi.

Kita jangan beranggapan bahwa diisolasi merupakan pengucilan yang disengaja oleh banyak orang karena ketakutan saja. Hal tersebut juga berkaitan dengan keamanan pada keluarga serta kerabat dari pasien. Pasien yang diisolasi masih dapat ditemui oleh keluarganya. Isolasi tidak berarti memisahkan pasien dari dunia luar tapi hanya memberi jarak untuk keamanan.

Banyak yang berpikir bahwa isolasi merupakan salah satu bentuk hukuman, padahal bukan sama sekali. Isolasi merupakan cara medis dalam pengobatan dan monitoring pasien. Terlebih lagi isolasi biasanya hanya ditujukan kepada mereka yang memiliki penyakit menular. Ketika Anda memiliki penyakit yang tidak menular sangat minim kemungkinan Anda diisolasi.

SARS

Salah satu penyakit terkenal yang berasal dari Cina adalah SARS. Ini merupakan salah satu penyakit yang sangat langka dan kasusnya hanya kurang dari 1000 kasus per tahun. Meski demikian kasus ini bisa menyebar luas karena virus SARS merupakan virus yang yang tersebar melalui droplet. Itulah yang menyebabkan penderita sars harus diisolasi.

Virus ini sudah ditemukan obatnya dan dapat menjalani terapi melalui obat. Sejak maraknya tercepat virus SARS tahun 2002 dunia bergerak begitu cepat dalam penelitian. Kini virus SARS sudah dapat diatasi dengan cepat karena merupakan salah satu kejadian darurat. Virusnya pun tidak bertahan lama hanya sekitar beberapa hari atau 2 minggu paling lama.

Tapi dalam jangka waktu itu kita perlu berjuang mati-matian untuk membersihkan virus tersebut dari tubuh kita karena virus tersebut punya efek yang sangat mematikan. Severe acute respiratory syndrome merupakan kepanjangan dari virus yang sempat terkenal di tahun 2002 hingga 2004 ini. Seperti yang kita tahu saat ini bisa diatasi.

Flu Burung dan Flu Babi

Flu burung juga sempat menjadi wabah yang besar di dunia dahulu. Untungnya kini flu burung dapat diatasi dengan bantuan dan monitoring medis yang sangat ketat. Flu burung merupakan penyakit yang sering diderita oleh burung namun bisa juga menyerang manusia. Ketika menyerang manusia hasilnya akan lebih mengerikan efeknya.

Bulu-bulu membutuhkan monitoring spesialis dan juga pendampingan selama 7 kali 24 jam. Flu burung pernah banyak memakan korban. Flu burung yang dikenal dengan virus H5N1 ini punya saudara yakni virus H1N1 itu merupakan kode virus untuk virus flu babi. Tentu saja kedua penderita flu tersebut harus diisolasi untuk mencegah penyebaran yang lebih lanjut.

Kalau kita mau melihat bagaimana banyaknya korban yang terserang flu burung dan flu babi kita pasti dapat melihat bahwa corona ini hanya seujung kuku yang H5N1. Meski begitu kita tetap harus mencegah virus menyebar agar tidak ikut terserang.

Virus Corona

Virus Corona merupakan salah satu virus yang paling fenomenal. Tentu saja virus ini memang punya bahaya yang cukup besar tapi kemunculannya yang bersamaan dengan era informatika ini membuatnya sangat viral. Sudah pasti para penderita virus ini harus memasuki isolasi agar tidak menyebarluaskan virus korona tersebut.

Kita juga perlu pahami kalau ruang isolasi sangat kita perlukan apalagi dalam menghadapi wabah yang berbahaya. Kini kita sudah sadar bahwa isolasi kita perlukan jika sesuai dengan tempatnya. Hal yang perlu kita ingat, isolasi tidak hanya soal mengkarantina tapi juga soal merawat dan melihat perkembangan pasien.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *